Friday, March 26, 2010
Genesis 29:20
When i read this verse it gives me understanding about love that enable us to achieve our goals in life.Jacob goals was to get Rachel, and because his love he succeeded.
Jacob loved Rachel, it did not say that Jacob really loved Rachel, why? Love does not need word "really" because love is enough to perfectly explain things we do not seem to understand.
1. Jacob worked seven years so that he could have Rachel. Love cost a thing. It means sacrifice, when we love someone we do not ask why. At first it does not make sense to me why Jacob wanted to work for seven years just to have Rachel, it seems he did not have choice for other woman. But that is exactly the answer. Love does not make sense. Do we still remember back days during high school or college, when we courted someone we like? we did everything to get his/her attention. We wanted to be acknowledge by him/her, in other words we tried to do everything to get him/her. I will not judge Jacob "fool" for what he did to get Rachel, even though we knew the story that Jacob worked for another seven years to finally get Rachel. Crazy isnt it?? but that is love. We cant fully understand what love is because love doesnt make sense
2. And the time seemed like only a few days to him, because he loved her. Wow. I can see how love gives strength. Seven years seemed like only a few days for Jacob, what does this mean? it simply means Jacob didnt feel that 7 years of labor was a heavy burden for him. His love for Rachel gave him strength and courage to do such work. See how love can do such great things.
My question:
1.Have you ever love someone like this?
2.When you love someone, do you ask him/her to love you back? Love doesnt ask why.
3.Do we judge our partner on how the way our partners love us? Love doesnt judge.
Saturday, March 20, 2010
Jalan Menuju Usia 100 Tahun- Detik Health.com
Jalan Menuju Usia 100 Tahun
Merry Wahyuningsih - detikHealthBoston, Usia panjang manusia bukanlah semata karena faktor gen tapi sebaik apa menjalani hidup. Peneliti telah menemukan cara makan, bergerak dan mengatasi stres yang menentukan seberapa lama orang bertahan hidup.
Sebuah studi baru yang dilakukan terhadap 20.000 orang di Inggris dan telah dipublikasikan di British Medical Journal, menunjukkan bahwa seseorang dapat mengurangi 50 persen risiko stroke. Caranya hanya dengan melakukan empat hal, yaitu aktif selama 30 menit sehari, makan buah dan sayuran, dan menghindari rokok serta alkohol yang berlebihan.
Orangtua zaman dulu dapat mencapai usia 100 tahun dengan gaya hidupnya yang sehat. Namun, Thomas Perls dari Boston University School of Medicine, percaya bahwa dengan asumsi yang mengesampingkan gen, tidak ada yang menghentikan hidup Anda hingga usia 90-an tahun.
Berikut 10 kebiasaan yang digunakan Perls untuk menghitung berapa lama seseorang dapat bertahan hidup, seperti dilansir USNews, Selasa (9/3/2010).
1. Jangan pensiun.
Meski sudah masuk usia pensiun bukan berarti Anda tak bisa lagi bekerja apa-apa. "Bukti menunjukkan bahwa dalam masyarakat di mana orang tiba-tiba berhenti bekerja, angka kejadian obesitas dan penyakit kronis skyrockets meningkat setelah pensiun," kata Luigi Ferrucci, direktur Baltimore Longitudinal Study of Aging.
2. Bersihkan gigi dengan benang (floss) setiap hari
Ini dapat menjaga arteri (pembuluh darah) tetap sehat. Studi dari New York University tahun 2008 menunjukkan bahwa membersihkan gigi dengan benang setiap hari dapat mengurangi jumlah bakteri yang menyebabkan penyakit gusi di dalam mulut. Bakteri ini dapat memasuki aliran darah dan memicu peradangan di arteri, dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
3. Selalu bergerak
"Olahraga adalah satu-satunya cara untuk tetap awet muda," kata Jay Olshansky, seorang profesor obat-obatan dan peneliti penuaan di University of Illinois di Chicago.
Studi demi studi telah merekomendasikan manfaat dari olahraga yaitu untuk meningkatkan suasana hati (mood), ketajaman mental, keseimbangan, massa otot, dan tulang. Tidak perlu olahraga di pusat kebugaran, cukup dengan sekadar berjalan di sekitar lingkungan selama 30 menit sehari.
4. Makan sereal berserat tinggi untuk sarapan
Mendapatkan manfaat gandum utuh terutama di pagi hari dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah sepanjang hari. Menurut sebuah studi yang dilakukan baru-baru ini oleh Ferrucci dan koleganya, orang yang melakukan hal ini dapat terhindar dari diabetes, yang dapat mempercepat penuaan.
5. Tidur paling sedikit 6 jam sehari
"Tidur adalah salah satu fungsi yang paling penting untuk tubuh kita, saat tidur digunakan untuk mengatur dan menyembuhkan sel-sel," kata Ferrucci.
6. Konsumsi makanan utuh, bukan suplemen
Bukti kuat menunjukkan bahwa orang yang memiliki darah yang kaya akan nutrisi, seperti selenium, beta-karoten, vitamin C dan E, memiliki usia yang lebih panjang. Namun tidak ada yang membuktikan bahwa dengan mengonsumsi suplemen dapat memberikan manfaat anti penuaan.
"Ada lebih dari 200 karotenoid berbeda dan 200 flavonoid berbeda yang terkandung dalam sebuah tomat," kata Ferrucci. Zat kimia ini bermanfaat bagi tubuh selain nutrisi yang dikenal seperti lycopene atau vitamin C. Hindari makanan putih (nutrient-lacking white food) seperti roti, tepung dan gula. Dan beralihlah ke buah-buahan, sayuran, dan roti gandum utuh.
7. Kurangi neurotik (tekanan saraf)
Cara yang lebih baik untuk mengatasi stres adalah yoga, olahraga, meditasi, taichi (menarik napas dalam-dalam untuk beberapa saat). Sedangkan melamun, makan keripik di depan TV, pesta minuman beralkohol sangat buruk untuk tubuh.
8. Hidup seperti Seventh Day Adventist
Orang Amerika yang mendefinisikan diri mereka sendiri sebagai Seventh Day Adventists, memiliki harapan hidup rata-rata 89 tahun, sekitar satu dekade lebih lama daripada rata-rata orang Amerika.
Mereka menghargai tubuh dengan tidak merokok, penyalahgunaan alkohol atau memanjakan tubuh dengan makanan-makanan manis. Mereka biasanya vegetarian dan makan buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan banyak olahraga. Mereka juga sangat fokus terhadap keluarga dan masyarakat.
9. Menjadi makhluk yang terbiasa dengan keadaan
Menurut Olshansky, orang-orang zaman dulu cenderung hidup dengan rutinitas yang ketat, makan makanan yang sama dan melakukan jenis kegiatan yang sama sepanjang hidup mereka. Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari adalah salah satu kebiasaan yang baik untuk menjaga tubuh dalam kesetimbangan yang stabil.
10. Tetap berhubungan sosial
Memiliki hubungan sosial dengan teman atau orang-orang yang dikasihi adalah kunci untuk menghindari depresi, yang dapat mengakibatkan kematian dini, terutama yang umum terjadi pada seorang janda dan duda yang sudah tua.
Beberapa psikolog bahkan berpikir bahwa salah satu manfaat terbesar untuk orangtua diperoleh dari latihan interaksi sosial yang kuat, jalan-jalan dengan teman atau bergabung dengan kelas latihan.
-- Biography Dr. Thomas Perls ( Taken from http://www.apbspeakers.com/speaker/thomas-perls)
Dr. Perls is a physician and researcher in the study of aging at Boston University Medical School. As Associate Professor in Medicine and a Geriatrician he cares for older patients at Boston Medical Center. Since he first discovered that his centenarian patients were among his healthiest, Dr. Perls has become one of a handful of world’s experts studying these exceptional human beings. For the past eight years he has directed the New England Centenarian Study (NECS). Funded by The Institute for the Study of Aging, The Ellison Medical Foundation, The Alzheimer’s Association, and The National Institute on Aging, the NECS is the largest genetic and social study of centenarians and their families in the world.
Centenarians have a history of aging very slowly and have either markedly delayed or entirely escaped diseases normally associated with aging such as Alzheimer's disease, cancer, stroke and heart disease. Dr. Perls and his colleagues recently discovered a key genetic region that plays a critical role in how centenarians age so well and live for such a long time. He is on the fast track to discovering these longevity enabling genes which could translate into the development of age-slowing and disease retarding drugs. Both USA Today and The New York Times have recognized Dr. Perls for the potential far-reaching and dramatic impacts such discoveries could mean for baby boomers today and future generations.
Findings from the study are presented in his book, Living to 100, Lessons in Maximizing Your Potential at Any Age. In addition, Dr. Perls created The Living to 100 Life Expectancy Calculator www.livingto100.com. With multiple publications and presentations, Dr. Perls and the centenarian subjects have garnered a great deal of media attention including appearances on The Today Show, Good Morning America, Oprah, nightly news programs and NPR.
Centenarians represent a new paradigm of aging: The older you get, the healthier you’ve been. Though genetics plays an important role in getting to 100, the centenarian study and its collaborators show us that most people should be able to live to their late eighties in exceptional health. These 25 to 30 years beyond age 60 of good health could mean a gold mine of new possibilities and vast potential for today's baby boomers and future generations.